Kisah
Waktu SMA Part 2
Hello gan ini part selanjutnya dari cerita nyata saya.
Langsung aja ya gan
Setelah selesai pengenalan dan aku dapat
teman baru, kami di suruh oleh pengurus osis untuk membawa kado silang. Katanya
untuk di tukar - tukarkan antar siswa baru. Trus setelah instruksi dari osis
kami harus mencari barang seperti ratu perak , permen dari kelapaa , dan
mizone. Aku berpikir "lah itu permen dari kelapa apaan?" ketika aku
bayangkan permen dari kelapa , "emang ada ya permen dari kelapa?" ,
bayanganku itu permen di kasih ampas kelapa , gara - gara aku ragu aku tanya di
sebelahku "permen dari kelapa itu apa bro?" temanku menjawab
"itu permen yang terbuat dari kelapa bro". Aku berhenti sejenak untuk
memikirkan "permen dari kelapa? , emang yang jual siapa ya?" , aku
terus berpikir dan ketika aku bayangkan aneh rasanya dan nggak ada yang jual ,
aku tanya sama salah satu osisnya namanya fauzan. "Kak fauzan permen dari
kelapa itu permen apaan?" tanyaku sambil bawa minum. Kak fauzan menjawab
"permen dari kelapa itu klepon dek , kamu belum tau ya dek ha ha ha ha
ha" , aku melihat tawanya seperti tawa setan. Ketika aku tau itu klepon
lalu aku mencatatnya dalam buku osisku.
Dan setelah itu waktu istirahat dimulai.
Waktu istirahat aku bertemu dengan seseorangg yang serem , lalu aku berpikir
"buset ini orang atau begal" , tapi rasa penasaran itu yang membuatku
untuk menjauh " daripada aku kena masalah mending nggak usah deket -
deket". Dan ketika aku ingin ke kantin aku bertemu lagi "aku berpikir
anjir nih anak , ketemu terus aku" , dan ketika di kantin ternyata di
ngobrol kayak teman biasanya , trus aku ikut gabung di temanku. Dan waktu aku
duduk ternyata banyak yang menceritakan sekolah disini gara - gara nggak di
terima di SMA N 1 KALASAN. Waktu itu aku juga merasa tidak di terima di SMA N 1
KALASAN tapi kalau udah nggak di terima, trus mau apa lagi?. Di saat semua pada
cerita waktu testnya di SMA 1 KALASAN aku hanya terdiam, karena aku tau kalau
kegagalan adalah bahan untuk memperbaiki diri bukan untuk di bicarakan atau di
sombongkan.
To Be Continue






0 comments:
Post a Comment